Pasang CDI di Honda CB part 2 (pake sensor/pulser a.k.a pick-up coil)

jreng…jreng……lanjut ke pemasangan CDI versi pahe dengan Sensor….kenapa kok versi pahe..?? karna masih pake anchor spul dan magnet aslinya CB…jadi gak perlu ganti magnet dan spul…..lha sensor mau ditaruh mana??? ada banyak tempat dalam pemasangan sensor…

1. diĀ  kruk-as dengan proses yang ribet…

2. di magnet dengan kekurangan hasil kurang rapi dan performa kurang memuaskan

3. di cam bekas dudukan platina….jika rante mesin kendor pemasangan di cam/noken as menjadi tidak valid lagi…..

pake cara yang pertama saja ya….yaitu pemasangan di kruk-as….kenapa kok ribet, karna kruk-as harus dibongkar….trus pada daun kruk-asnya diberi tambahan besi yang dilas sebagai sensornya

nah...dimensinya cukup dengan ketebalan 2mm dan panjang 15mm

sekarang siapkan pulser/pick-up coil…terserah mo pake pulser motor apa…yang penting pilih yang memang terndam oli dan dengan dimensi kecil

cari pulser yang cukup kecil....

pulser dipasang dengan mencoak bagian dalam kalter mesin sebelah kiri

atur jarak tonjolan sensor dengan pulser...cukup 0,8mm...jangan lebih dari 1mm...magnet dipulser dah tidak mendeteksi lagi

jangan lupa spul harus digulung ulang menjadi 12volt ya…cdi pake grand saja..soalnya sensor cuma 15mm..kalo pake shogun harus lebih panjang lagi….dan kalo pake cdi shogun sumber listrik bukan dari spul, tapi dari aki…..

hasilnya CB terlihat klasik dan mesin sudah bengis….

proses install selesai...tinggal naik ke rangka..dari luar tidak nampak berubah

trus bagaimana menentukan tempat pemasangan pulser dan sensornya?? wah…dilanjut di artikel berikutnya saja….woke…sekian dulu, smoga bermanfaat

***Gambar hanya ilustrasi saja…jadi gambar yang dipajang hasil googling….

Perihal martini
5osial.wordpress

37 Tanggapan untuk Pasang CDI di Honda CB part 2 (pake sensor/pulser a.k.a pick-up coil)

  1. kurniaprorider mengatakan:

    MANTAP!!!
    cobo pake cdi grand, magnet dan spul pake punya grand hasilnya dari luar juga ga kelihatan. malah ga pake acara las kruk as dan bobol calter tapi tutup magnet yang diakali agar spul grand bisa masuk.

    • martini mengatakan:

      pake spul+ magnet grand juga bisa om….tapi magnetnya yang naik tukang bubut….sama bikin dudukan spul di bak magnet bawaan cb….monggo milih ribet dimana?? mau ribet di kruk-as ato cover magnet

  2. damhar mengatakan:

    nice sharing masbro !!

  3. athar mengatakan:

    kalo noken as di kasih bearing, tapi tetep pake platina, gimana mas? ribet yak…?

  4. dnugros mengatakan:

    meh takok dab, koil ninja gen1 dipasang di satria 120 langsung plug n play opo ono sing diowahi? suwun.

  5. athar mengatakan:

    nanya lagi mas… kalo mau gulung spool jadi 12V, full wave, mau pake CDI shogun, diameter kawatnya berapa? trus lilitan nya berapa kali… suwun…

    • martini mengatakan:

      full phase ato half phase sama saja mas (soalnya mau full ato gak itu kan sekedar mekanisme charging accu aja)….yang penting kalo pake cdi shogun gen 1 (model analog) suplai arus dari accu….jadi pastikan accu sehat!! nah kalo pake kawat email diameter berapa trus berapa lilitan sih soal selera….yang penting hambatan (R) dan tegangan (V) yang keluar dari spool harus woke…gulung ke tukang spul saja lebih praktis….jika tidak woke tinggal klaim saja…biaya nyepulke murah kok…rata2 sih 40rebu (di solo/jogja) untuk 6 anchor

  6. imam mengatakan:

    hasilnya dibanding platina gimana bos, dari sisi performa.

    soalnya gini, platina cb rada ajib, dia bisa maju/geser mengikuti rpm yang makin tinggi sehingga timing pengapian makin advance, napas super panjang, tenaga ngisi terus. lihat brosur cb100 yang tenaga max 11.5hp di 11500rpm dan top speed 115kmh. joossss…

    setelah ganti jadi cdi gimana, yang kita tau cdi kan timing pengapiannya fixed.
    kecuali pake cdi with microprocessor punya’e bajaj pulsar.

    note: mesin sama2 standar baik piston, stroke, maupun karbu.

    trims.

    • martini mengatakan:

      just info saja…tidak ada yang namanya pengapian itu fix (baik untuk cdi, platina, ato transistor)….soalnya ic prosesor didalamnya ditanamkan sebuah kurva pengapian yang mengikuti rpm (putaran mesin)….misal di 1500rpm posisi api meletik di 15 derajat sebelum tma….nah di rpm 4000 busi akan meletik di 27 derajat sebelum tma…sedangkan di rpm 8000 busi meletik di 34 derajat sebelum tma…..kalo cdi dibuat fix pengapiannya…maka pada rpm tertentu mesin akan ngelitik ato mbrebet…………

      kalo situ tanya bagaimana performanya setelah ganti cdi?? itu tergantung seberapa gape sang mekanik mensetting sensor2 di cdi….kalo punya alat canggih model timing light…setting pengapian bisa mudah dilakukan…kalo cuma modal perasaan/felling ya susah…

  7. nuryadi mengatakan:

    mas mau nanya gue krang jlas cara pasang puser yang die kruk as…
    gimana cara ny mas mohon die bantu

  8. jainal mengatakan:

    mas mau nanya cara pasang puser yg die magnet mas…..

  9. autoprojekt mengatakan:

    mas kalo pasang pulser scorpio piye??kabelnya ada dua…cdi shogun soket pulser’e satu,,,,sambungane piye mas??suwon….

  10. iwan mengatakan:

    mas bro,cara yg mudah untuk rubah pengapian agar pulser bisa di ganti tanpa harus belah mesin, apa ada cara lain….??kalau ada gambarnya tolong d tampilkan mas broooo…
    makasih

  11. MASTER DON mengatakan:

    lek martin…
    aku gk sido beli primer/skunder gl pro ex,duite tk buat beli cb lg…Hrg 1,8jt plat smg hidup.murah to

  12. wnd mengatakan:

    pasang pulser di kruk as kayanya ribet banget,dan material kruk asnya juga berubah karena di las,jangan2 jadi tidak balance lagi,kenapa gak pakai cara 2 di pasang di bak magnet saja,kan lebih aman

  13. Nono mengatakan:

    Permisi Bos… mau tanya pulser yang seperti digambar (gambar ke dua dari bawah) itu pulser bawaan motor apa?… terima kasih

  14. Cimpat mengatakan:

    Mantap broooo

  15. ato mengatakan:

    Numpang tnya mas, untk nentuin posisi pulser dgn sensornya dmn mas?

    Thx

  16. jefri mengatakan:

    bagaimana jarak antara pulser dan tonjolan bro???????
    mamasa jauh dari kota bro…………………..

  17. jefri mengatakan:

    gmn cara menentukan karburator yang tepat untuk mesin gl100 yang sudah di modifikasi

  18. soni mengatakan:

    mau tanya idealnya berapa ukuran pick pulsernya gimana ngitungnya..aku pake cdi shogun strukan tiger seher tiger …. mohon infonya

  19. kenshi himura mygeisha mengatakan:

    ada skema kabelnya ga ??? bingung masang kabel2nya…

  20. wahyu as mengatakan:

    gan, ane mo nanya motor ane shogun sudah full korek tinggal setting pengapian tok,. cdi ori shogun kebo kira2 perlu geser taming pengapian gak? berapa mili ukuran yang pas trus di geser kearah mana.. makasih infonya gan

  21. bojay fanhelen mengatakan:

    gan mo tanya nih,klo gigi rasio gl max sama gl pro,sama tidak?cbku dah pake ronsel gl pro tapi rasio masih standar,gir depan 16,gir belakang 35,napas lumayan panjang.rencana rasionya mau ganti gl max.menurut agan gimana?tolong beri masukan.sebelumnya saya ucapin terima kasih

  22. icos mengatakan:

    permisi master..saya newbie, kalo bengkel buat rubah pengapian cb dari platina ke cdi yg oke dimana? maaf kalo salah kamar..

  23. tole mengatakan:

    Pak Lek nderek tangklet, untuk nentuin posisi pick up/ sensor pulser gmna? ak gk tau patokan 0 derajatnya dan efektifnya berapa derajat? thanks matur nuwun…

  24. rifky bagoes mengatakan:

    pasang di fulser di kopling lebih mudah bos

  25. dodomacho mengatakan:

    mas,mo tanya klo bikin pickup coil d kruk as cdi pake grand,itu pake berapa derajat sebelum TMA n cara ngitungnya dari ujung depn tonjolan apa belakang?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.