Pengemis bawa bayi….fenomena kaum marginal vs Ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan kerja

TEMPO Interaktif, Jakarta – Sejumlah pengemis yang membawa bayi saat mengemis mengaku tak peduli dengan ancaman pidana. Karti, 25 tahun, misalnya. Pengemis yang biasa mangkal di persimpangan depan Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan itu tak peduli akan ancaman pidana yang mungkin saja menjeratnya.

“Ya, biarin saja. Kami sudah susah makin susah,” ujar Karti, yang sedang menggendong bocah perempuan yang ia akui sebagai anaknya, Ahad, 7 Agustus 2011.

Begitu juga halnya dengan Sinta, 30 tahun. Ditemui di perempatan yang sama, Sinta mengaku pasrah jika harus dipidana karena mengemis dengan membawa bayi yang bukan anaknya. “Ya, namanya orang miskin mau bagaiamana. Tangkap, ya tangkap saja,” ujar Sinta seraya memeluk bocah perempuan yang diajaknya mengemis. Sinta menolak berkomentar saat ditanya jati diri bocah tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa pengemis yang membawa bayi bukan miliknya bisa dijerat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Kalau bisa dibuktikan itu bukan bayi dia, yang bersangkutan bisa diproses secara hukum,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Jafar, Sabtu, 6 Agustus 2011.

Kepolisian menyatakan pemidanaan ini dilakukan untuk mengurangi fenomena penyewaan bayi yang dipakai sebagai alat untuk mengemis. Jafar mengatakan modus pemanfaatan bayi milik orang lain untuk mengemis adalah salah satu bentuk eksploitasi anak. “Ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 200 juta,” ujarnya.

Meski ada ancaman pidana, toh para pengemis yang membawa bayi, entah anakanya atau bukan, masih banyak terlihat di jalanan. Di setiap persimpangan jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Mabes Polri, pasti ada pengemis perempuan yang meminta-minta sambil menggendong balita. Begitu juga di pengujung Jalan Sudirman dan Jalan Fatmawati.

Karti maupun Sinta, yang sedari siang tadi mengemis, mengatakan bahwa ia tak tahu soal ancaman pidana tersebut. “Kami tidak tahu. Teman-teman juga sepertinya tidak tahu,” katanya.

Fenomena pengemis bawa bayi sudah tidak asing lagi kita temui disetiap persimpangan lampu merah. selain kaum marginal ini malas, tidak ada suatu badan usaha baik swasta ataupun pemerintah yang “mau” dan peduli untuk memberdayakan mereka!! mereka malah dimanfaatkan oleh mafia pengemis….gimana mereka bisa survive dalam menghidupi keluarga jika tidak ada “tempat” bagi mereka untuk bekerja atau merasakan sebuah lapangan kerja yang layak….mereka malah terancam pidana 10tahun jika kedapatan bahwa anak yang dibawa bukanlah bayi mereka?? ini sebuah dilema….bagaimana tanggapan kalian???

Bom meledak di GBIS Kepunton Solo

Bom bunuh diri kembali terjadi. Kali ini menimpa Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah sebagai sasarannya, Minggu (25/9). Dalam ledakan tersebut, seorang pelakunya tewas sedangkan belasan jemaat lainnya menderita luka-luka.

“Seorang tewas, yakni pelaku peledakan bom bunuh diri. Sedangkan sebelas orang mengalami luka-luka, namun dua diantaranya mengalami luka parah,” ujar Kapolres Solo Kombes Pol Listyo Sigit kepada wartawan saat meninjau ke lokasi TKP,  Minggu (25/9).

Sejauh ini pihaknya masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar gereja tersebut. Belum diketahui identitas motif maupun kelompok  peneror bom bunuh diri kali ini. Namun sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut masih dimintai keterangan, termasuk mengevakuasi para korban.

“Korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat,” kata Listyo menambahkan.

Menurutnya, bom bunuh diri tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa saat setelah kebaktian selesai digelar.

kesenjangan 5osialkah…..trik dan intrik pengalihan isu politik ………atau sara????

NILAI UAS KLAS X dan DAFTAR SISWA YANG TIDAK MENCAPAI KKM

QUIZ…..X

Bagi para siswa Kelas X yang belum mengikuti Quiz Mapel Sosiologi, Ibu Martini sebagai guru pengampu mata pelajaran memberikan Quiz susulan untuk siswa kelas X

Pertanyaan

1. Sebutkan dan Jelaskan Ciri-ciri Interaksi Sosial

2. Jelskan apa yang dimaksud imitasi dan berikan contohnya

3. Jelaskan apa yang disebut dengan kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder

4. Bandingkan bentuk akomodasi secara arbitrase dengan bentuk akomodasi secara mediasi

5. Berikan penjelasan, mengapa perkawinan campur dapat menjadi pendorong asimilasi

Format jawaban

Nama :

Klas:

No.absen:

Jawaban:

Warning!!! segala bentuk kecurangan dan copy-paste sangat melanggar prinsip-prinsip dalam sosiologi…dan bagi yang melakukan nilai tidak akan masuk!!! mohon dipahami untuk dilaksanakan!!

selain siswa kelas X SMA N 1 Bantul dilarang ikut berkomentar/ngejunk/nyepam!!! Mohon kesadarannya!!

 

Soal remidi klas X (Nilai dan Norma Sosial)

SOAL

Berikan contoh (3) perubahan nilai dan norma yang ada di sekitarmu

jawaban tugas di posting dalam kolom komentar!!
Perhatian….Copy-paste otomatis langsung masuk spam/del!!
Jangan memberikan link (blog atau web) cukup nama dan email saja!!

Format Tugas!!
Nama :
No absen :
Kelas :
Jawaban :

Warning!! Selain siswa Klas X SMAN 1 Bantul dilarang nge-junk!!

best regard

Ibu Martini S. S.Sos

Nilai Tugas Kelas X (lanjutan)

Kelas X4

1.85          12.85          23.85

2.85          13.85          24.85

3.78          14.85          25.85

4.85          15.82          26.85

5.85          16.85          27.80

6.85          17.82         28.85

7.78          18.80          29.82

8.82          19.78          30.80

9.85          20.78          31.78

10.78       21.82

11.85        22.80

Kelas X5

1.80          12.78          23.78

2.80          13.80          24.82

3.85          14.78          25.80

4.80          15.82          26.78

5.82          16.80          27.80

6.80          17.82          28.85

7.80          18.80          29.80

8.80          19.85          30.80

9.85          20.82          31.78

10.85       21.78           32.85

11.85        22.85

Kelas X6

1.85          12.78          23.

2.85          13.82          24.80

3.85          14.85          25.85

4.85          15.78          26.85

5.82          16.                27.80

6.82          17.85          28.82

7.78          18.85          29.85

8.85          19.82          30.85

9.82          20.85          31.82

10.85       21.85           32.82

11.78        22.85

Nilai Tugas kelas X

Maaf ya jika menunggu lama….bagi yang belum keluar nilainya bisa posting….

Kelas X1

1.80          12.78          23.78

2.85          13.78          24.78

3.80          14.78          25.78

4.85          15.82          26.85

5.85          16.78          27.85

6.78          17.               28.85

7.80          18.78          29.78

8.78          19.85          30.78

9.82          20.82          31.78

10.78       21.85           32.

11.78        22.85

Kelas X2

1.82          12.80          23.78

2.78          13.85          24.78

3.78          14.80          25.78

4.                15.78          26.78

5.80          16.85          27.78

6.85          17.82           28.80

7.78          18.80          29.78

8.85          19.82          30.85

9.78          20.78          31.78

10.80       21.78           32.78

11.85        22.78

Kelas X3

1.85          12.85          23.85

2.85          13.85          24.85

3.85          14.85          25.85

4.85          15.85          26.85

5.85          16.85          27.85

6.85          17. 85         28.85

7.85          18.85          29.85

8.85          19.85          30.85

9.85          20.85          31.85

10.85       21.85           32.85

11.85        22.85

SOSIALIASASI & PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Study Kasus

Toni anak sulung pasangan Bpk/Ibu Sukar. Sekarang ia duduk di kelas 2 SMU. Di lingkungannya ia dikenal sebagai anak yang sangat pendiam lagi sensitif. Di lingkungannya ia tidak memiliki teman seusia, karena anak-anak yang sebaya dengannya memang menjauhi. Mereka enggan berteman dengan Toni karena pak Sukar dikenal sebagai orang paling galak dilingkungan tersebut. Pak Sukar tidak segan-segan memukul mereka yang tidak sepaham, atau jika ia tidak memukul maka ia mengumpat dengan kata-kata yang kasar

Bu Sukar sebenarnya malu dengan perilaku suaminya. Ia berusaha untuk memperbaiki perilaku suaminya. Ibunya (nenek Toni) juga selalu memberi semangat agar bersabar. Menurutnya, seburuk apapun perilaku pak Sukar, ia adalah pilihan anaknya. Bu Sukar pernah minta diceraikan, tetapi ia memikirkan nasib anak-anaknya jika mereka hidup tanpa ayah. Ia pernah berpikir jika ia nanti dicerai ia akan menikah lagi dengan laki-laki yang baik hati. Tetapi pikiran itu dihilangkan, karena ia khawatir tidak ada laki-laki lain yang mau dengannya. Apalagi jika mereka tahu ia adalah janda dari seorang laki-laki yang buruk perilakunya, tentu saja iapun bersifat sama.

Akhirnya bu Sukar tetap bertahan dengan kesabaran yang kian menipis. Jika suaminya tidak di rumah, ia menasehati ketiga anaknya dengan nasehat yang manis. Suatu kali, karena dikira pak Sukar tidak berada di rumah, bu Sukar menasehati Toni agar menjadi anak yang baik dan tidak ikut-ikutan seperti ayahnya. Ternyata saat itulah pak Sukar datang dan langsung menampar muka istrinya di hadapan Toni. Istrinya yang telah berkali-kali ditampar seperti kebal, ia tidak menangis atau mengaduh sedikitpun. Toni yang melihat kejadian itu justru menangis.

Oleh ibunya, Toni selalu dinasehati agar menjadi anak yang baik, pemaaf dan lembut kepada sesama. Namun Toni selalu mendapat adegan kekerasan dalam keluarganya. Bahkan ia diasingkan oleh anak-anak kampung yang seusia dengannya. Hari ketiga masuk sekolah, Toni terlibat perkelahian dengan teman lain kelas yang sama-sama kelas dua. Anak itu merupakan salah satu anak tetangga di kampung Toni. Alas annya, Toni mendengar ia berbisik-bisik dengan temannya yang intinya menceritakan keburukan keluarganya. Dengan diketahui keburukan keluarganya, Toni berpikir habislah kesempatannya untuk mendapatkan teman. Merasa diperlakukan tidak mengenakkan, Toni langsung memukul anak itu tanpa basa-basi.

Persoalan tersebut diketahui oleh pihak guru dan melaporkannya ke wali kelas. Dua hari kemudian ibu Toni datang menghadap kepala sekolah dan menceritakan duduk persoalan yang terjadi dalam keluarganya serta perilaku Toni dan lingkungan dikampungnya. Kepala sekolah tampak mahfum dengan penjelasan ibu Toni, lalu ia menugaskan guru agama untuk memberikan bimbingan khusus kepada Toni.

Permasalahan

  1. Proses dan tipe sosialisasi apa yang terjadi dalam keluarga Toni?
  2. Bagaimana pengaruh proses dan tipe sosialisasi tersebut kepada Toni?

pengertian sosiologi

PENGERTIAN SOSIOLOGI
SOSIOLOGI
“Sosiologi merupakan Ilmu Sosial yang objeknya adalah masyarakat.

Ciri-ciri Utamanya :
a.Sosiologi bersifat empiris yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat seta hasilnya tidak bersifat spekulatif

b. Sosiologi bersifat teoretis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil obesrvasi.

c. Sosiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori lama.

d. Bersifat non-etis, yakni yang dipersoalkan bukanlah buruk-baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjalaskan fakta tersebut secara analitis.

TOKOH DAN DEFINISI
Pitirim Sorokin Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral;hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya)
2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial (misalnya gejala geografis, biologis,dan sebagainya)
3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial
Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok
William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap
interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial
J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang strukturstruktur dan peroses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial,termasuk perubahan-perubahan sosial.
Struktur Sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidpuan politik, antara segi kehidupan hukum dan segi
kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya.

Hakikat Sosiologi
• Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian
• Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif akan tetapi adalah suatu disiplin yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (apllied science)
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkrit
• Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum
• Sosiologi merupakan pengetahuan yang empiris dan rasional
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus.
Sosiologi Sebagai Ilmu
Terkadang kata “teori” memang menakutkan. Beberapa teori sosial seringkali
sulit dipahami, dangkal, atau bahkan tak memiliki tujuan yang jelas. Terkadang pembaca
teori-teori sosial tak mengerti apa sebenarnya yang mereka baca. Namun bagaimanapun
teori sangat berguna dalam memahami sistem yang hendak didekati. Teori sosial
sepantasnya berguna untuk mendekati sistem sosial. Konstruksi teori adalah sebuah
tahapan dari seluruh pekerjaan dan metodologi ilmiah. Teori lahir dari serangkaian
perjuangan yang menggunakan akal sehat, hipotesis, dan eksperimen yang dapat
digunakan di luar laboratorium dan sekadar impian para ilmuwan. Teori sosial adalah
teori yang tak menggunakan kelinci sebagai obyek percobaan, tak pula memiliki larutan
kimia atau proposisi logika yang hendak dipermainkan sedemikian oleh para ilmuwan
sebagaimana para fisikawan, kimiawan, atau matematikawan. Teori sosial berada di area
gejala yang terlihat di siang hari selama riset dan malam hari menjadi bahan perenungan
para ilmuwan sosial. Mungkin boleh-boleh saja para ilmuwan memodelkan aktivitas
manusia sebagai aktivitas elektron, dan berbagai benda-benda elementer yang unik
sebagaimana yang didekati para fisikawan, namun yang pasti elektron memiliki rule dan
hukum yang jelas yang selalu dipatuhi olehnya. Aktivitas sebuah elektron akan jelas jika
berada di dalam medan listrik positif atau negatif, namun tingkah laku manusia tidak
mengikuti rule atau hukum se-teratur elektron. Manusia jauh lebih liar, tingkah lakunya
berada di dalam lingkaran chaotik yang pendekatan sederhana tak akan mampu
mendekatinya. Meski ini kedengaran sebagai sebuah apologia bagi teoretisi sosial, atas
kerumitan yang dikandung konstruksi ilmiah teori sosial, namun ini bukanlah hal yang
mudah untuk menerima kesulitan yang timbul saat memahami sebuah teori sosial. Dalam
proses pemikiran teoretis beberapa hal bisa menjadi salah dan ini menjadi hal yang membingungkan.

Objek Sosiologi
Objek Sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
TOKOH DAN DEFINISI
Maclver dan Page
Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat.
Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan masyarakat selalu berubah
Ralph Linton
Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batasbatas yang dirumuskan dengan jelas
Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan

Unsur unsur masyarakat
Dari definisi-definisi di atas, unsur-unsur masyarakat sebagai berikut :
a. Manusia yang hidup bersama. Di dalam Ilmu Sosial tidak ada ukuran mutlak
ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada.
Akan tetapi secara teoretis angka minimnya adalah dua orang yang hidup
bersama.
b. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah
sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi, meja dan
sebagainya. Oleh karena dengan berkumpulnya manusia akan timbil manusiamanusia
baru. Manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti;
mereka juga mempunyai keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau
perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbulah sistem
komunikasi dan timbulah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara
manusia dalam kelompok tersebut.
c. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
d. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama
menimbulkan kebudayaan oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya
terikat satu dengan lainnya.

Dua Hasrat Kuat dalam diri manusia :
a. Keinginan untuk menjadi satu dengan sesamanya atau manusia lain
disekelilingnya (misalnya, masyarakat)
b. Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan sekelilingnya
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan diatas, manusia
mempergunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya

Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat agar dapat terus hidup:
a. Adanya populasi dan populasi replacement
b. Informasi
c. Energi
d. Materi
e. Sistem Komunikasi
f. Sistem produksi
g. Sistem distribusi
h. Sistem organisasi sosial
i. Sistem pengendalian sosial
j. Perlindungan masyarakat terhadap ancaman-ancaman yang tertuju pada jiwa
dan harta bendanya.
Manusia Mempunyai Naluri untuk hidup berkawan Naluri (Gregariousness)

Komponen-komponan dasar suatu masyarakat
Populasi
yakni warga-warga suatu masyarakat yang dilihat dari setiap
sudut pandangan kolektif. Secara sosiologis, maka aspek-aspek
sosiologisnya yang diperlu dipertimbangkan adalah
– aspek-aspek genetik yang konstan
– variabel-variabel genetik
– variabel-variabel demografis
Kebudayaan Hasil karya, cipta dan rasa dari kehidupan bersama yang
mencakup :
– sistem lambang-lambang
– informasi
Hasil-hasil kebudayaan material
Organisasi sosial Yakni jaringan hubungan antara warga-warga masyarakat yang
bersangkutan, yang antara lain mencakup :
– warga masyarakat secara individual
– peranan-peranan
– kelompok-kelompok sosial
– kelas-kelas sosial
Lembaga-lembaga sosial dan sistemnya

kategori: pelajaran sosiologi kelas x

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 176 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: