Setelah Up-grade mesin tiger..kenapa Honda CB jadi panas banget??

Maaf sebelumnya…lama banget gak posting….komentar yang terjaring spam juga gak nongol…yang tanya juga jarang dibalas…….maklum lah pesenan mesin CB yang pengin jadi 200cc lumayan banyak…nggarapnya juga gak bisa buru2….

Untuk yang tanya via SMS ….jangan pake bahasa alay donk…saya termasuk generasi jadul..jadi gak ngerti bahasa alkay taupun tulisan pake angka…bikin puyeng…BBMan juga gak ngerti tahunya kirim mesage/pict. via e-mail…..
OK…segitu dulu inter-mezzo nya….lanjut ke bahasan saja….

Kenapa sih mesin yang diup-grade cepet panas?? padahal sudah aplikasi oli yang bagus….

Kira2 begini jawabanya….ketika mesin naik menjadi 200cc… maka pengapian juga di up-grade menjadi CDI….kebanyakan mekanik akan mematok titik api (pulser) pada 14 ato 15 derajat sebelum TMA..dan panjang pulser 15-20mm…..

sedangkan spek standart tiger pengapian dipatok 10 drajat sebelum TMA(untuk putaran langsam) dan 32 drajat sebelum TMA (untuk putaran menengah-tinggi)….

dengan memasang pengapian pada 15 derajat sebelum TMA…maka pengapian akan maju cukup banyak….jika tidak diimbangi dengan rasio kompresi yang tinggi dan kualitas BBM bagus…maka sebelum sampai titik api bensin akan self ignition (menyala sendiri)….akibatnya akan terjadi pembakaran ganda yang mengakibatkan mesin bergetar dan terjadinya rambatan panas yang cukup tinggi….efek inilah yang bisa dirasakan jika pengapian dimajukan cukup jauh…..

maka  derajat bukaan klep (durasi) vs posisi pulser yang diolah CDI harus klop….untuk lebih mudah , sebelum modif pengapian lihat dulu manual book dari mesin yang akan dicangkok…..

kira2 segitu dulu…..

**kabel pulser ada 2….yang satu untuk massa dan yang lain ke CDI…..

**pada magnet motor, kebanyakan diameter magnet 110mm…sehingga panjang sensor pada pulser untuk 1mm mewakili 1 drajat…

 

kira2 begitu jawaban atas pertanyaan yang sering banget di ajukan….semoga bisa menjadi masukan (2nd opinion) bagi yang mengalami masalah serupa

Mobil Listrik Semar T..by Teknik Mesin UNS

diagram alir SEMAR-T…dok ristek.go.id…foto by kompas

tenaga listrik transmisi otomatic….

mirip Hyunday atoz

Nama mobil : Semar T..ak.a Sebelas Maret Teknologi

Tenaga : 3 Horse Power

Berat Kendaraan : 300Kg

Tenaga : Bateray 36volt 100 A..

Body : Komposit by INKA Madiun

Transmisi : Automatic

Top Speed : 40kpj

Time use-age: 2jam

Time Charging : 3jam

Chasis dan Body :  Hand Made Built!!

Mobil ini masih dalam riset dengan skala Lab, Fuzzy Logic masih dalam tahap pengembangan…agar penggunaan energi bisa dimanagemen lebih baik lagi…Mobil ini sendiri digawangi oleh Profesor. Kuncoro Diharjo (body dan chasis) dan Profesor M.Nizam (Motor dan penggerak)..sedangkan bagian Controler di garap oleh Ir.Agustinus Sudjono………..Bangga juga punya guru yang handal…kami disini hanya bisa memberikan doa….yang pasti, semua alumni TM mesin..tetep berkiprah di bidang Otomotif…………

silabus sosiologi kelas XII semester gasal……

bagi yang request silabus kelas XII semester gasal…monggo dipun unduh….kebetulan telah di approve oleh pengawas……..silabus sosiologi kelas XII

Teori ketergantungan.

Teori ini pada mulanya adalah teori struktural yang menelaah jawaban yang diberikan oleh teori modernisasi.
Teori struktural berpendapat bahwa kemiskinan yang terjadi di negara dunia ketiga yang mengkhusukan diri pada produksi pertanian adalah akibat dari struktur perekonomian dunia yang eksploitatif dimana yang kuat mengeksploitasi yang lemah.

Teori ini berpangkal pada filsafat materialisme yang dikembangkan Karl Marx. Salah satu kelompok teori yang tergolong teori struktural ini adalah teori ketergantungan. Lahir dari 2 induk, yakni seorang ahli pemikiran liberal Raul Prebiesch dan teori-teori Marx tentang imperialisme dan kolonialisme serta seorang pemikir marxis yang merevisi pandangan marxis tentang cara produksi Asia yaitu, Paul Baran.

1. Raul Prebisch : industri substitusi import. Menurutnya negara-negara terbelakang harus melakukan industrialisasi yang dimulai dari industri substitusi impor.
2. Perdebatan tentang imperialisme dan kolonialisme. Hal ini muncul untuk menjawab pertanyaan tentang alasan mengapa bangsa-bangsa Eropa melakukan ekspansi dan menguasai negara-negara lain secara politisi dan ekonomis. Ada tiga teori:
a. Teori Gold (Emas): motivasi demi keuntungan ekonomi
b. Teori Glory (kejayaan): kehausan akan kekuasaan dan kebesaran.
c. Teori Gospel (Bible/Tuhan): adanya misi penyebaran agama
3. Paul Baran: sentuhan yang mematikan dan kretinisme. Baginya perkembangan kapitalisme di negara-negara pinggiran beda dengan kapitalisme di negara-negara pusat. Di negara pinggiran, system kapitalisme seperti terkena penyakit kretinisme yang membuat orang tetap kerdil.

Ada 2 tokoh yang membahas dan menjabarkan pemikirannya sebagai kelanjutan dari tokoh-tokoh di atas, yakni:
1. Andre Guner Frank : Pembangunan keterbelakangan. Bagi Frank keterbelakangan hanya dapat diatasi dengan revolusi, yakni revolusi yang melahirkan sistem sosialis.
2. Theotonia De Santos : Membantah Frank. Menurutnya ada 3 bentuk ketergantungan, yakni :
a. Ketergantungan Kolonial: Hubungan antar penjajah dan penduduk setempat bersifat eksploitatif.
b. Ketergantungan Finansial- Industri: Pengendalian dilakukan melalui kekuasaan ekonomi dalam bentuk kekuasaan financial-industri.
c. Ketergantungan Teknologis-Industrial: Penguasaan terhadap surplus industri dilakukan melalui monopoli teknologi industri.

Ada 6 inti pembahasan teori ketergantungan:
1. Pendekatan keseluruhan melalui pendekatan kasus.
Gejala ketergantungan dianalisis dengan pendekatan keseluruhan yang memberi tekanan pada sisitem dunia. Ketergantungan adalah akibat proses kapitalisme global, dimana negara pinggiran hanya sebagai pelengkap. Keseluruhan dinamika dan mekanisme kapitalis dunia menjadi perhatian pendekatan ini.
2. Pakar eksternal melawan internal.
Para pengikut teori ketergantungan tidak sependapat dalam penekanan terhadap dua faktor ini, ada yang beranggapan bahwa faktor eksternal lebih ditekankan, seperti Frank Des Santos. Sebaliknya ada yang menekankan factor internal yang mempengaruhi/ menyebabkan ketergantungan, seperti Cordosa dan Faletto.
3. Analisis ekonomi melawan analisi sosiopolitik
Raul Plebiech memulainya dengan memakai analisis ekonomi dan penyelesaian yang ditawarkanya juga bersifat ekonomi. AG Frank seorang ekonom, dalam analisisnya memakai disiplin ilmu sosial lainya, terutama sosiologi dan politik. Dengan demikian teori ketergantungan dimulai sebagai masalah ekonomi kemudian berkembang menjadi analisis sosial politik dimana analisis ekonomi hanya merupakan bagian dan pendekatan yang multi dan interdisipliner. Analisis sosiopolitik menekankan analisa kelas, kelompok sosial dan peran pemerintah di negara pinggiran.
4. Kontradiksi sektoral/regional melawan kontradiksi kelas.
Salah satu kelompok penganut ketergantungan sangat menekankan analisis tentang hubungan negara-negara pusat dengan pinggiran ini merupakan analisis yang memakai kontradiksi regional. Tokohnya adalah AG Frank. Sedangkan kelompok lainya menekankan analisis klas, seperti Cardoso.
5. Keterbelakangan melawan pembangunan.
Teori ketergantungan sering disamakan dengan teori tentang keterbelakangan dunia ketiga. Seperti dinyatakan oleh Frank. Para pemikir teori ketergantungan yang lain seperti Dos Santos, Cardoso, Evans menyatakan bahwa ketergantungan dan pembangunan bisa berjalan seiring. Yang perlu dijelaskan adalah sebab, sifat dan keterbatasan dari pembangunan yang terjadi dalam konteks ketergantungan.
6. Voluntarisme melawan determinisme
Penganut marxis klasik melihat perkembangan sejarah sebagai suatu yang deterministic. Masyarakat akan berkembang sesuai tahapan dari feodalisme ke kapitalisme dan akan kepada sosialisme. Penganut Neo Marxis seperti Frank kemudian mengubahnya melalui teori ketergantungan. Menurutnya kapitalisme negara-negara pusat berbeda dengan kapitalisme negara pinggiran. Kapitalisme negara pinggiran adalah keterbelakangan karena itu perlu di ubah menjadi negara sosialis melalui sebuah revolusi. Dalam hal ini Frank adalah penganut teori voluntaristik.

Hasil Nilai Try Out 1 MKKS Mapel Sosiologi

Berikut ini adalah Nilai Hasil Uji Coba Ujian Nasional I SMA/MA

Tahun Pelajaran 2009/2010 Untuk Mata Pelajaran

Sosiologi Kelas XII IPS yang di selenggarakan pasa tanggal 14 Januari 2010

dan tanggal 15 Januari 2010 (susulan)

  1. No. Peserta yang berada di ruang 07
  2. No. Peserta yang berada di ruang 08
  3. No. Peserta yang berada di ruang 09
  4. No. Peserta yang berada di ruang 10
  5. No. Peserta yang berada di ruang 11

Untuk dapat mengakses nilai para siswa dapat mendown-load berdasarkan ruang yang ditempati.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 181 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: