Arsip Tag: BBM

Langkah Praktis menaikkan eff.thermal

lanjoot ke tulisan sableng……..kalo kemaren sudah diperkenalkan siklus carnot..trus langkah agar eff.thermal naik pegimane??….lihat sekilas aja diagram p-v (carnot)proses t0-t1..adalah ngisep BBM dari karbu/injector sesuai kevakuman silinder..otomatis menyamakan tekanan dalam silinder ke tekanan udara (dikarbu/injector)

proses t1-t2 adalah kompresi secara adiabatis (tidak terjadi perpindahan panas ke lingkungan/blok mesin). pada proses ini suhu BBM tadi meningkat, tekanan campuran BBM juga naik…sehingga jika udara yang masuk adalah udara panas (molekul renggang)..maka ketika dikompresi terasa ngempos (tidak bertenaga)!!! Pada akhir langkah ini busi memantik….jika BBM oktannya rendah…sebelum busi memantik, BBM akan terbakar sendiri sesuai flas point-nya!! So BBM dengan kualitas tinggi tahan di kompresi…dari sini juga terlihat peranan busi yang berfungsi sebagai triger pembakaran……jadi gak ngaruh,apakah yang memantik busi STD ataupun busi racing!!! Kualitas BBM yang sesuai kompresi ratio lebih berperan….

proses t2-t3 adalah adalah langkah pemuaian..BBM yang terbakar pada tekanan tinggi akan memuai!! Campuran BBM yang akurat akan mengakibatkan efisiensi naik..karena secara stokiometri campuran BBM+udara pas…gak ada istilah BBM tidak habis terbakar karena(campuran kaya) ataupun terjadi lean (campuran miskin)!!! So mesin dengan injeksi lebih oke….efisien tidak berarti lebih kenceng dijalan lho……..

proses t3-t4 adalah langkah kerja (work)..panas tadi akan mendorong piston ke TMB dan menjadikannya langkah kerja….kompresi yang rapat (ring tidak bocor) dan gesekan yang kecil pada sayap piston/skirt..akan meningkatkan efisiensi mesin. saat langkah kerja ini energi panas dibuang…semakin cepat silinder menyerap panas mesin akan terjaga temperaturnya..maka mesin dengan pendingin air lebih bertenaga…pemakaian blok alumunium juga lebih cepat membuang panas daripada blok dari besi….

proses t4-t1 adalah proses isokhorik (penurunan suhu pada volume yang tetap)… jika t4=t1 maka efisiensi akan optimum…langkah yang dilakukan yaitu dengan mendesain knalpot yang cepat membuang panas…..

praktek dilapangan………..biasanya tuner akan memodifikasi hal2 berikut

1. melancarkan aliran BBM (porting ulang termasuk desain dari valve..dengan lancarnya BBM maka V2 akan maksimal)

2.mendesain kubah/dome pada head agar rambatan panas tidak baur…meski ada detonasi!! Penambahan busi sehingga ada teknologi twin spark dimaksudkan agar pembakaran saat rpm rendah dan tinggi dapat terkontrol..

3.menggunakan injector dan sensor O2..agar dicapai kesetimbangan reaksi…

4.menambahkan teknologi liquid cooler (baik dry jacket ataupun wet jacket) untuk memaksimalkan pembuangan panas……

5. mendesain knalpot free–flow agar sisa pembakaran cepat terbuang..tapi untuk harian tidak disarankan..karena getaran yang terjadi merusak connecting-rod

jadi agar eff.thermal maksimum…eff. volumetrik harus dicapai dahulu…..timing pengapian akan berpengaruh pada tenaga yang dihasilkan. jika timing tidak sesuai dengan kompresi dan kualitas BBM akan terjadi pembakaran secara baur…mesin bergetar dan terdengar suara ngelitik!!…yah kira2 begitulah..penjelasan dari albert.sinting……..

untuk motor yang beredar di indonesia…yamaha vixi adalah yang paling mendekati teori diatas………tapi untuk selera..tiap orang beda2..ada suka yang semok semlohai ada juga suka dengan yang singset dan seksi……….lho kok jadi ngomongin UG…hiks…..

Mobil Pribadi diatas tahun 2000 wajib minum pertamax???

kabar akan diberlakukannya…. mobil pribadi yang release ditahun 2000 keatas harus nenggak pertamax tak urung jadi polemik. ada yang setuju dan ada juga yang terang-terangan menolak! beberapa stasiun televisi swasta telah mewawancarai beberapa pengguna mobil.

Pandangan Penulis :

Terlepas dari alasan bahwa pertamina tekor atau nombok premium, sudah sewajarnya jika mobil2 tersebut minum pertamax. dari sisi harga jelas bahwa mobil2 diatas tahun 2000 memiliki value diatas 70juta, bahkan untuk sekelas city car yang impor dari korea. dan tentulah mereka adalah orang2 berduit..seenggak-enggaknya kebutuhan primer mereka telah tercukupi. Gak mungkin kan orang miskin yang buat makan saja sulit memiliki mobil pribadi diatas tahun 2000. Mosok masih berebut antri dengan motor bebek! Sebagian biker aja ngotot pake pertamax kok…..

Mobil2 yang release ditahun 2000 keatas juga memiliki rasio kompresi yang tinggi, dikisaran 9.6:1 keatas. teknologi tersebut diterapkan agar mobil memiliki akselerasi yang ringan, maka sudah sepantasnya jika mesin2 tersebut bersanding dengan pertamax yang memiliki angka oktane lebih bagus dari premium! dengan pemakaian BBM sesuai kompresi mesin..dipastikan konsumsi BBM lebih irit dan tentunya menghemat spare-part.

Jika pihak yang berkompeten bisa memberi pengetahuan lebih tentang masalah mesin kepada pemilik mobil…orang tidak akan merasa terpaksa kok jika beralih dari premium ke pertamax! Toh juga untuk kebaikan konsumen juga! dan jika beberapa pihak menanyakan masalah payung hukum untuk pengalihan BBM bersubsidi ini…sepertinya tidak akan efektif! Karena main sett  seseorang tidak akan berubah dengan adanya peraturan atau pelarangan. Coach dari mekanik langganan akan lebih mengena untuk masalah BBM ini………

Semoga saja pemilik mobil juga ngerti masalah ini…..tapi benarkah pertamina nombok? Sepertinya pemerintah harus lebih serius dalam mengurus BUMN mereka! segera hilangkan budaya korupsi di departemen dan BUMN……..