Arsip Tag: konflik

ULASAN, Ketahanan Sosial-Ekonomi yang Rendah sebelum dan pasca lebaran menjadikan masyarakat mudah emosi yang menimbulkan konflik horisontal seperti kerusuhan Ampera dan tarakan!!

Anarki, itu gambaran singkat masyarakat indonesia beberapa minggu terakhir ini. Dimanakah budaya masyarakat indonesia yang santun dan adiluhung? Apakah sekedar mitos didalam pelajaran PKn. Penulis akan sedikit membuat ulasan sederhana yang dilihat dari sudut pandang sosial-ekonomi, meski secara sosiologi analisa terhadap suatu masalah harus secara utuh/menyeluruh.

Kerusuhan Jl.Ampera, kerusuhan ditarakan dan kecelakaan kereta api antara KA. Senja Utama vs KA. Argo Bromo Anggrek di Pemalang atau Srempetan KA. Bima vs Gaya Baru di solo hanyalah efek dari ketahanan Sosial-Ekonomi masyarakat yang rendah. Tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa bulan ini energi dan keuangan masyarakat pasti habis terkuras, apalagi mencari pekerjaan sulit dan upah kerja yang jauh dari layak. Di bulan Juli dan Agustus para orang tua sibuk mendaftarkan sekolah untuk anak-anak mereka, padahal pendidikan di indonesia bisa dikatakan mahal. Keuangan keluarga jelas akan tersedot habis untuk pos pendidikan. Begitu memasuki bulan September Umat Muslim menjalankan ibadah puasa dan diakhiri tradisi lebaran/mudik. dibulan ini inflasi lebih tinggi dari bulan-bulan yang lain, kebutuhan rumah tangga pastinya memerlukan suntikan anggaran. Jika sebuah keluarga tidak siap dalam menghadapi kerasnya hidup, pastilah kondisi psikologis akan terganggu, orang lebih cepat marah (sensitif) terhdap hal-hal sepele yang bisa dikatakan menjengkelkan.

Jika hal yang sama (cepat emosi) dirasakan sebagian masyarakat, maka akan timbul sikap empati. Orang mudah terprovokasi dan orang-orang yang memiliki perasaan yang sama ini mudah dimobilisasi dalam ekskalasi yang besar. Apa yang terjadi jika pagi-pagi seorang debt-collector menarik cicilan utang, padahal suatu keluarga telah terkuras keuangannya?? Pasti akan terjadi ribut-ribut, dan ini akan mengundang masyarakat sekitar untuk datang dan bergerombol. Jika perasaan senasib menjangkiti orang-orang yang bergerombol tadi, maka konflik tidak dapat dihindarkan. Sejauh ini Polisi yang berperan sebagai pengontrol tidak siap, sehingga kejadian-kejadian anarki tidak bisa dikuasai dan malah terkesan pengecut!! Ikut-ikutan sembunyi ketika sebuah konflik bersenjata terjadi.

kecelakaan kereta pun  tak jauh dari efek buruknya ekonomi sebuah keluarga. seorang kepala rumah tangga yang pusing memikirkan uang ujian mid-semester anaknya, pastinya tidak akan konsen dalam bekerja, human error yang mengakibatkan kejadian serius ini juga tidak ter-cover oleh pemerintah. Pemerintah sendiri terkesan masa bodoh dan sibuk hura-hura. pencitraan yang kuat dibangun secara membabi-buta dan faktor sosial yang lebih urgen lupa untuk dikontrol….semoga bermanfaat (martini)

Rasisme di kalangan biker!!!unek2…….

rasisme menjangkiti biker

jalanan makin macet dengan berbagai aktivitas………saking larisnya motor di indonesia..setiap hidung pasti punya motor. well…….ternyata motor membawa dampak psikologis bagi pemakai…..yang pakai model sport merasa kayak pembalap..yang pakai motor bebek kayak orang gak berdosa..sering slonongan dan meleng!! yang bawa moge merasa eklusif..dan minta diberlakukan lebih dijalan…….semua egois..mementingkan diri sendiri dan tidak menghargai yang lain. minggu ini dah kejadian 2kali..bahwasannya saya pribadi dipepet dan dibleyer2 pengendara motor sport..dengan alasan tidak jelas..maklum yang naik anak muda!!! padahal saya juga bawa motor..aneh…….

ternyata peradaban teknologi mesin di indonesia tidak di ikuti sikap mental bagi pengendaranya. arogansi di jalanan sering ditemui. wujud nyata dari keterbelakangan mental ini berdampak pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

gabung dengan komunitas pun tidak lebih baik. individu seperti merasa aman mengagungkan arogansi dibalik nama besar suatu komunitas…….ketika melintas dijalan serasa menjadi yang paling hebat..banyak aturan dan undang2 dilanggar. dalihnya juga macam2…….yang pasti sikap ini dibenci masyarakat umum. yah rasisme telah menjangkiti jiwa biker!!!

ada pula komunitas yang fanatik dan anti terhadap model tertentu…yang satu bilang sport lebih baiklah..lebih santun lah..yang lain pihak bilang motor bebek suka kebut2an dan lain2……bahkan cerminan seperti ini terbawa dalam tulisan yang banyak dibaca publik……..sedangkan pola pemikirannya sangat dangkal……..sebenarnya sangat memalukan……..

marilah saling menghargai dijalan..jangan merasa paling woke..toh sama2 kepanasan..sama2 bayar pajak!! HILANGKAN RASISME antar pengguna motor!!!………sekedar unek2..yang makin hari makin nyata bahwa kebanyakan pengendara banyak yang kekanak2an. mohon bagi aparat agar lebih ketat dalam aturan perijinan SIM………